Gebyar Seni Budaya Pemuda dan Pemudi Persis
March 6th, 2008
Sebagai sebuah Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam, Persatuan Islam (Persis) dikenal “keras”, anti Tahayul, Bid’ah, dan Khurafat. Persis jarang “menyelipkan” unsur kearifan local (tradisi, seni, & budaya) suatu tempat sebagai sarana dakwahnya. Dominasi peran dan dakwah Persis lebih cenderung kepada permasalahan Fiqih. Karenanya, Persis pun dikenal sebagai ormas Qur’an Sunnah. Untuk mengikis citra tersebut, kaum muda Persis, dalam hal ini Pemuda dan Pemudi Persis, bekerjasama menyelenggarakan sebuah acara Gebyar Seni Budaya. Acara yang telah berlangsung pada minggu (20/1) menghadirkan talk show “Optimalisasi Seni Budaya sebagai Media Dakwah”.
Bertindak sebagai pembicara dalam acara tersebut, KH. Aceng Zakaria (Bidgar Dakwah PP Persis), Yudhi Latief, Ph.D (budayawan), Hawe Setiawan (Budayawan Sunda) dan Budhiana (Wapemred HU. Pikiran Rakyat). Selain talk show dihadirkan pula pagelaran seni dan budaya, antara lain, nasyid, pertunjukkan teater, dan wayang bobodoran, yang masing-masing diperankan oleh PC. Pemuda Persis dari kabupaten
Dalam materi talk show-nya, KH. Aceng Zakaria menyebutkan bahwa, sesungguhnya Persis mengapresiasi Seni dan Budaya. Hanya saja tidak semua unsur tersebut dimasukkan dalam setiap dakwah Persis.
March 20th, 2008 at 1:26 pm
Jangan sampai budaya yang mengarah kepada kemaksiatan bahkan kemusyrikan ditampilkan pada acara seperti ini
April 2nd, 2008 at 11:52 am
Yaa….jangan sampe.
April 6th, 2008 at 12:08 pm
- jangan menutup diri pada kesenian dan budaya, hal yang terpenting adalah mengarahkan kesenian dan budaya sebagai sarana dakwah. Banyak juga salah satu ikhwan kita dalam menyelenggarakan hajatan dengan menampilkan hiburan yang kurang islami…saatnya disini kita menampilkan alternatif hiburan yang islami. (nasyid salah satunya ) wassalam.
April 15th, 2008 at 6:56 am
Untuk mengikis citra tersebut, kaum muda Persis, dalam hal ini Pemuda dan Pemudi Persis, bekerjasama menyelenggarakan sebuah acara Gebyar Seni Budaya. Acara yang telah berlangsung pada minggu (20/1) menghadirkan talk show “Optimalisasi Seni Budaya sebagai Media Dakwah”.
Saya kira citra tersebut tidak perlu dikikis, bahkan harus dipupuk. Biarkanlah tetap unik.
April 19th, 2008 at 3:19 pm
Type your comment here.
April 19th, 2008 at 3:25 pm
Ass Wr Wb.Untuk menyemarakan acara, kami siap menampilkan Group Nasyid gratis, yang penting siapkan saja Sound Systemnya yang memadai
May 9th, 2008 at 2:15 am
seni seperti pedang bermata dua.andai pintar menggunakannya, akan menjadi sarana dakwah efektif.Ini yang dilakukan para dai terdahulu diawal penyebaran islam, dan sedang ditiru para misionaris.
May 10th, 2008 at 4:52 am
mudah-mudahan PERSIS semakin terbuka. tidak hanya fiqh oriented. dan harus memulai adalah Pemuda dan Pemudi…
June 3rd, 2008 at 2:13 pm
“Untuk mengikis citra tersebut,” kalau citra bahwa persis keras terhadap thayul bid’ah dan sejenisnya mah perlu d perthankan…. adapun soal seni budaya, selama tidak melanggar syari’ah, kenapa tidak?