Warning: array_keys() [function.array-keys]: The first argument should be an array in /home/sloki/user/h57564/sites/pemudi.persis.or.id/www/wp-includes/widgets.php on line 1044
<br />

Archive for the ‘Seputar Pemudi’ Category

PP Pemudi Persis Pindah Alamat

Friday, December 12th, 2008

Setelah lebih dari 1 tahun proses pembangunan kantor PP Pemudi Persis akhirnya telah selesai di bangun. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kami mulai menggunakannya untuk kegiatan sejak tanggal 5 Desember 2008.

Pembangunan kantor PP Pemudi Persis ini dapat terlaksana atas bantuan dari para muhsinin, oleh karena ini dengan segenap kerendahan hati, kami atas nama PP Pemudi Persis mengucapkan terima kasih teriring do’a jazaakumullahu khaeron katsiraa. mudah-mudahan segala kebaikan yang telah diberikan dapat menjadi amal shaleh di sisi Allah swt. dan juga mudah-mudahan, kami dari PP Pemudi Persatuan Islam, dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

Kepada seluruh Anggota dan simpatisan Pemudi Persis, kami beritahukan bahwa Kantor Sekretariat PP Pemudi Persis telah pindah alamat:
dari:
Jl. Pajagalan 14 Bandung telp. 022-4260100

ke:

Jl. Kalipah Apo No 145/ 22 c Bandung 40241 Telp. 022-4202100   

Reuni Akbar Jam’iyyatul Banaat & Pemudi Persis

Friday, December 12th, 2008

Alhamdulillah, dalam rangka menjalin silaturahmi dengan para pendiri Jam’iyyahtul Banaat dan Pemudi Persis sekarang PP Pemudi Persatuan Islam akan mengadakan Reuni Akbar Jam’iyyatul Banaat dan Pemudi Persatuan Islam dari angkatan 1954 sampai dengan 2008.

Kegiatan ini akan diselenggarakan pada tanggal 27 Desember 2008, bertempat di Halaman kantor PP Persatuan Islam, Jl. Perintis Kemerdekaan No. 2 Bandung.  Kegiatan ini akan diisi oleh Bazaar, Pameran Photo Digital, Napak Tilas perjalanan Jam’iyyatul Banaat dan Pemudi Persis serta akan ditutup oleh taushiyah dari Ustadz KH. Shiddiq Aminullah, Drs., MBA. (Ketua Umum PP Persatuan Islam).

Acara yang akan dimulai pada pukul 08.00 s.d 12.30 WIB ini diharapkan dapat mengeratkan tali silaturahmi di antara para anggota dan simpatisan serta para alumni dari Jam’iyyatul Banaat dan Pemudi Persatuan Islam. Untuk Informasi dan Pendaftaran silahkan menghubungi Lela (085659236981), acara ini gratis dan akan ada doorprize untuk peserta acara.Mudah-mudahan dengan kegiatan reuni akbar ini, perkembangan organisasi yang telah 54 tahun berdiri dapat lebih berkembang lagi dan bermanfaat untuk umat.  

Pembukaan Silatnas III

Thursday, July 10th, 2008

Alhamdulillah malam ini Silaturahmi dan Temu Ilmiah Nasional Pemudi Persatuan Islam III telah dibuka. tepat pukul 20.00 WIB di Hotel Bumi Kitri Bandung.

acara yang dimeriahkan oleh anggota pemudi seluruh Indonesia ini, sangat meriah dengan seragam yang warna warni dari masing-masing Pimpinan Daerah yang mengirimkan wakilnya untuk mengikuti perlombaan-perlombaan

Lomba Mars dan Hymne, LKTI dan Alat Peraga Edukatif menjadi pembuka acara ini.

mudah-mudahan semua acara yang akan berlangsung lancar dan sukses. AMIEN. (tvi)

Menjelang SILATNAS III Pemudi Persis

Sunday, July 6th, 2008

Sebagai bagian otonom Persatuan Islam (Persis), Pemudi Persis mengemban misi menegakkan al-Qur’an dan As-Sunnah, serta dituntut untuk tampil sebagai generasi yang memiliki tingkat ketakwaan yang tinggi, berilmu, dan berakhlakul karimah. Dalam menjalankan misinya, Pemudi Persis berusaha membina, mendidik, dan mengarahkan para perempuan pada umumnya dan anggota pemudi pada khususnya untuk memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dalam perjalanannya kiprah Pemudi Persis sempat mengalami stagnasi disebabkan kelambanan generasi pelanjut merevitalisasi semangat menegakkan Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam menghadapi perkembangan sosio-kultural umat Islam di tingkat nasional maupun internasional.

(more…)

Tamu dari Australia

Sunday, May 25th, 2008

Sabtu, 24 Mei 2008 kemarin, sebenarnya adalah jadwal audiensi seluruh tasykil PP Pemudi Persis dengan Ketua Umum PP Persis USt. Shiddiq Amin beserta tasykilnya. namun sebelum acara tersebut berlangsung, ada undangan “dadakan” dari Sekum Persis untuk hadir di Aula PP Persis, karena ada tamu dari rombongan dari moslem Australia di antaranya Moslem Women Assosiation Australia.

Sebuah kesempatan langka bagi kami untuk hadir dan berbincang dengan mereka, karena berbagi ilmu serta wawasan dengan umat muslim di negara lain adalah hal yang sangat menarik. Persis adalah tujuan terakhir dari lawatan mereka selama berada di Indonesia, mereka ingin mengetahui kenapa ada Persis, Muhammadiyyah juga NU dan lain sebagainya, apa yang membedakannya?. perbedaannya hanya dalam masalah fiqih saja yang lainnya hanya perbedaan fokus kegiatannya saja, karena mainstream Persis seperti dijelaskan oleh H. Atip Latifulhayat, Ph.D (Kabidgar Organisasi PP Persis) ada 3 yaitu Dakwah, Pendidikan dan Sosial.

mereka ingin tahu apa focus dari kegiatan Pemudi sebagai organisasi wanita otonom Persis, pada dasarnya sama dengan Persis hanya sasaran nya saja yang berbeda yaitu Pemudi Islam.

yang menarik dari akhir pertemuan ini adalah, pertanyaan mereka tentang pandangan Persis khususnya Pemudi terhadap Poligami :). kami jelaskan bahwa bagi kami poligami bukanlah masalah yang besar, karena itu adalah hal yang legal secara fiqih.

ya, mudah-mudahan kita dapat menjalin kerjasama, dalam bidang sosial dan pendidikan dengan mereka sehingga wawasan kita tentang masyarakat muslim di negara lain lebih berwarna lagi dan bermanfaat untuk kemajuan Islam secara umum.

Thank’s to All…

Saturday, April 12th, 2008

Alhamdulillah, ternyata respons terhadap website pemudi persis cukup beragam. mungkin inilah salah satu bentuk dari kemudahan silaturahim lewat web site.  Kami sangat berterima kasih teriring do’a jazakumullahu khaeron katsiraa terhadap banyak rekan yang telah memberi masukan maupun kritikan, mudah-mudahan ke depan, web site pemudi ini dapat dibuat lebih menarik lagi. Sehingga model dakwah dapat dibuat lebih beragam lagi. thank’s to all…. wassalam

Gebyar Seni Budaya Pemuda dan Pemudi Persis

Thursday, March 6th, 2008

Sebagai sebuah Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam, Persatuan Islam (Persis) dikenal “keras”, anti Tahayul, Bid’ah, dan Khurafat. Persis jarang “menyelipkan” unsur kearifan local (tradisi, seni, & budaya) suatu tempat sebagai sarana dakwahnya. Dominasi peran dan dakwah Persis lebih cenderung kepada permasalahan Fiqih. Karenanya, Persis pun dikenal sebagai ormas Qur’an Sunnah. Untuk mengikis citra tersebut, kaum muda Persis, dalam hal ini Pemuda dan Pemudi Persis, bekerjasama menyelenggarakan sebuah acara Gebyar Seni Budaya. Acara yang telah berlangsung pada minggu (20/1) menghadirkan talk show “Optimalisasi Seni Budaya sebagai Media Dakwah”.

Bertindak sebagai pembicara dalam acara tersebut, KH. Aceng Zakaria (Bidgar Dakwah PP Persis), Yudhi Latief, Ph.D (budayawan), Hawe Setiawan (Budayawan Sunda) dan Budhiana (Wapemred HU. Pikiran Rakyat). Selain talk show dihadirkan pula pagelaran seni dan budaya, antara lain, nasyid, pertunjukkan teater, dan wayang bobodoran, yang masing-masing diperankan oleh PC. Pemuda Persis dari kabupaten Bandung. Acara dibuka dengan pertunjukkan marching band santri Pesantern Persatuan Islam 31 – Banjaran, dan dimeriahkan oleh pameran dan bazaar. Acara juga diisi dengan launching Website PP Pemudi Persis, dengan alamat www.pemudipersis.or.id

Dalam materi talk show-nya, KH. Aceng Zakaria menyebutkan bahwa, sesungguhnya Persis mengapresiasi Seni dan Budaya. Hanya saja tidak semua unsur tersebut dimasukkan dalam setiap dakwah Persis. Ada batasan antara agama dan budaya. Sementara Hawe Setiawan mengaku akan menjadi orang yang pertama yang akan mendukung, jika Persis concern mengapresiasi masalah ini. Senada dengan para pembicara, Atip Latipul Hayat (salah seorang staf Persis) dalam tausiah penutupan acara mengatakan bahwa, seni dan budaya dapat dioptimalisasikan sebagai sarana dakwah, karena Persis memiliki kader di bidang itu, terutama dari kaum muda. Ustadz Atip juga mengatakan para pelaku seni (di sini) pun dapat dikatakan seorang da’I, karena ia ber-amar ma’ruf dan nahi mungkar.  Lebih jauh, harapan beliau atas apresiasi yang tinggi dari Pemuda dan Pemudi Persis dalam hal Seni dan Budaya dapat mendukung program Visit Indonesia Year 2008.

KONFERENSI PERS BERSAMA

Friday, January 18th, 2008

Konferensi Pers Bersama
Senin, December 24, 2007 18:02:59

                                         KONFERENSI PERS BERSAMA

PP. PEMUDI PERSIS PP. FATAYAT NU, PP. NASYIATUL AISYIAH
DALAM SOSIALISASI PAKET UNDANG – UNDANG POLITIK

Gedung PBNU Jakarta, 18 Desember 2007

Evaluasi hasil Pemilu 2004 telah menunjukkan bahwa dari 14 partai peserta Pemilu yang mencalonkan perempuan belum mencapai target 30%. Partai politik peraih suara terbanyakpun seperti Partai GOLKAR dan PDIP dalam menominasikan minimal 30% perempuan masih belum ada. Kedua partai politik ini hanya mencalonkan perempuan untuk DPR sebanyak 28% saja, sementara 7 partai politik yang lolos Electoral Treshold hanya tiga Parpol yang mencalonkan perempuan melebihi 30% yaitu PKS, PKB dan PAN.

Salah satu penyebab belum efektifnya kebijakan kuota karena UU Politik yang disyahkan sebelum pemilu 2004, tidak mengikat dan secara tegas mendukung upaya peningkatan keterwakilan perempuan. Hanya dalam UU No.12 tahun 2003 pasal 65 ayat 1 yang menjelaskan tentang pentingnya untuk memperhatikan 30% perempuan dalam daftar caleg tanpa adanya aturan sanksi bagi partai yang tidak memenuhi 30% perempuan dalam daftar caleg. Dengan minimnya dukungan kebijakan atas upaya peningkatan keterwakilan perempuan, maka tidak ada pilihan lain bagi gerakan perempuan, terutama ormas keagamaan perempuan, sebagai salah satu pencetak kader perempuan terbesar, untuk mendesak seluruh fihak yang melakukan legislasi agar merevisi rumusan UU Politik demi tercapainya kesetaraan dan keadilan gender terutama dalam bidang politik.

Dengan telah disyahkannya UU Partai Politik pada tanggal 6 Desember 2007 merupakan starting point dan membuka peluang perempuan untuk berpartisipasi aktif dalam politik, terutama terlibat langsung dalam proses pengambilan kebijakan. Namun sangat disayangkan, berbagai strategi yang telah dirancang oleh gerakan perempuan sering menghadapi tantangan besar dari berbagai fihak, terutama sikap resistensi penguasa dan elit partai yang terlihat enggan untuk mendukung upaya peningkatan keterwakilan perempuan. Banyak pihak menganggap bahwa perjuangan peningkatan keterwakilan perempuan melalui kuota dianggap sebagai tindakan yang mengganggu kalangan elit dan tidak sesuai dengan iklim demokrasi. Padahal sebenarnya, kebijakan kuota adalah salah satu tindakan khusus sementara yang digunakan untuk mencapai kesetaraan dan kesamaan peluang bagi perempuan dan laki-laki dalam dunia politik. Jika target minimal kuota telah terpenuhi maka kebijakan ini harus dihapuskan.

Harus diketahui bahwa dengan tidak diaturnya kebijakan keterwakilan perempuan dalam UU politik membawa dampak buruk bagi kesejahteraan, minimnya akses, peluang dan manfaat hasil pembangunan terutama bagi perempuan. Beberapa dampak itu antara lain: meningkatnya angka kemiskinan, tingginya angka kematian ibu, rendahnya peluang dan akses perempuan dalam bidang pendidikan, sumber daya ekonomi dan berbagai sektor kehidupan yang memposisikan perempuan sebagai second class (kelompok marginal).

Sebagai salah satu strategi mencerdaskan wacana politik perempuan, baik sebagai pemilih maupun yang akan dipilih dalam Pemilu, pendidikan politik bagi perempuan menjadi sangat signifikan. Terlebih lagi, perempuan merupakan mayoritas pemilih dalam pemilihan umum 2004. Untuk itu, Forum Kajian Muslimah (FKM), yang merupakan forum kajian tiga ormas perempuan keagamaan terbesar di Indonesia, berupaya untuk menyelenggarakan dialog publik dengan tema sosialisasi UU Politik yang terkait dengan upaya peningkatan keterwakilan perempuan.

Beberapa tujuan dan rekomendasi atas diselenggarakan dialog publik sosialisasi UU Politik oleh tiga lembaga; Fatayat NU, Nasyiatul Aisiyah dan Pemudi Persis ini antara lain:
(1) Meningkatkan pemahaman dan kesadaran kritis (awareness) masyarakat akan pentingnya partisipasi politik perempuan sebagai salah satu upaya penghapusan segala bentuk diskriminasi politik terhadap perempuan, sebagai salah satu pelanggaran Hak Asasi Manusia,
(2) Menyebarluaskan informasi mengenai paket Undang-Undang Politik, guna membangun dan mengembangkan komitmen seluruh stake holder, seperti partai politik, politisi, pemerintah, LSM, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan masyarakat sipil, agar lebih aktif dan bersikap aspiratif memperjuangkan kepentingan politik perempuan;
(3) Mendorong pemerintah agar dalam membuat dan mengembangkan kebijakan publik tanggap terhadap kebutuhan dan atau kepentingan perempuan;
(4) Meningkatkan kapasitas dan komitmen kader-kader perempuan, agar aktif melakukan pelayanan kepada masyarakat, khususnya perempuan, terutama dalam akses pelayanan pendanaan, jaminan sosial, dan keadilan terhadap perempuan.
(5) Selalu memantau proses pembuatan dan pelaksanaan kebijakan agar senantiasa mengakomodir kepentingan perempuan sebagai salah satu isu prioritas.

Jakarta, 18 Desember 2007

Presidium
FORUM KAJIAN MUSLIMAH (FKM)

Dra. Hj. Maria Ulfah Anshor, Msi        Evi Sofia Inayati         Imas Karyamah, S.Ag
PP. Fatayat NU                     PP. Nasyiatul Aisiyah         PP. Pemudi Persis

PEMUDI SOLID, PEMUDI CERDAS

Thursday, January 17th, 2008


Berdasar pada hasil musyawarah kerja I, maka Pemudi Persatuan Islam masa jihad 2005-2010 memiliki program yang mengcover semua program jihad dari masing-masing bidang, yakni Pemudi Solid Pemudi Cerdas. Dikatakan ketua umum, Imas Karyamah, grand idea tersebut mengandung pengertian bahwa Pemudi Persis berada dalam satu wadah yang kokoh, kuat, dan harmonis (solid). Sedang cerdas berarti Pemudi Persis cepat tanggap dalam mengamati maupun bertindak terhadap setiap peristiwa yang terjadi baik dalam skala internal maupun eksternal jam’iyyah.

Secara keseluruhan gerakan perjuangan Pemudi Persis terbagi dalam dua kekuatan besar, yakni penguatan ke dalam (internal Jam’iyyah) dan penguatan ke luar (eksternal Jam’iyyah). Dalam hal ini, pihaknya mengungkapkan masing-masing bidang ditubuh PP Pemudi mempunyai prosentase tersendiri dalam penguatan tersebut. “ Untuk penguatan internal ada pada bidang tarbiyyah, dengan prosentase 83% sedang sisanya penguatan ke luar. Sementara untuk penguatan ke luar dilakukan oleh bidang Humas dan bidang Maliyyah, dengan masing-masing prosentase 67% dan 60%, sisanya penguatan ke dalam. Adapun bidang jam’iyyah, 50% penguatan ke dalam dan 50%nya lagi penguatan ke luar” Tuturnya. (more…)

Prakata

Tuesday, January 15th, 2008

Bismillahirrahmanirrahim

Segenap rasa syukur tercurah hanya kepada Allah swt, mudah-mudahan segala amal ibadah kita senantiasa ada dalam ridho serta inayah-Nya.
Rekan Pemudi, serta saudara saudari yang kami hormati, alhamdulillah dengan ridho Allah swt, akhirnya web site Pemudi Persatuan Islam dapat hadir dalam pergulatan teknologi yang semakin-hari semakin berkembang.
Media ini hadir untuk menjadi salah satu media dakwah Pemudi Persatuan Islam di dunia maya. Ini menjadi bukti dari konsekuensi kami dalam menjalankan dakwah untuk tegaknya qur’an sunnah di muka bumi ini. Kami hadir bukan sebagai latah terhadap teknologi, tetapi kami hadir untuk lebih meluaskan jangkauan silaturahmi kami kepada seluruh umat muslim di dunia ini.
Perkembangan teknologi semakin hari semakin tak terbendung, arus informasi semakin deras dalam menjangkau audiensnya, maka dari itu Pemudi Persatuan Islam dengan segenap kemampuan yang ada ingin turut ambil bagian dalam mempergunakan teknologi informasi ini untuk kemaslahatan umat, mencerdaskan umat, serta mengamalkan ajaran Islam yang sesuai dengan ajaran al-Quran dan as-Sunnah.
Kesempurnaan sebuah karya hanyalah milik Allah swt semata, begitupun dengan web site yang kami bangun ini masih jauh dari sempurna. Masih banyak hal yang harus dibenahi serta diperbaiki. Masukan, saran serta kritik membangun sangat kami harapkan dalam membangun media ini sebagai media dakwah yang dapat mendunia. Karena saat ini Pemudi Persis bukanlah organisasi yang baru saja berdiri, telah lebih dari setengah abad kami berdiri. Maka saatnya bagi kami untuk go public, dakwah mengenai tegaknya ajaran islam yang sesuai dengan al-quran dan as-sunnah melalui dunia tanpa batas.
Oleh karena itu, Pemudi Persatuan Islam yang juga sebagai salah satu bagian otonom dari jamiyyah Persatuan Islam (Persis) yang bergerak dalam bidang kepemudian. Sebagai pelanjut dan pengemban misi Persis, maka kami harus tampil sebagai generasi yang bersibghah dengan al-quran dan as-sunnah, serta memiliki ruh jihad dan ruh ijtihad yang tinggi, berilmu serta berakhlakul karimah. Untuk membentuk masyarakat yang mengamalkan syari’at islam secara menyeluruh dalam segala aspek kehidupannya.
Mudah-mudahan, semua ini menjadi lahan ibadah bagi kami dan menjadikan kami lebih semangat lagi dalam berdakwah dan beribadah kepada Allah swt. Kami haturkan banyak terima kasih kepada rekan kerja kami yang telah membantu kami dalam pembuatan web site ini, untuk teman-teman di Team Web Persis, seluruh tasykil PP Pemudi Persis, serta anggota Pemudi Persatuan Islam di seluruh Indonesia teriring do’a jazakumullahu khaeron katsiraa.
Allahu yakhudzu biaidina ilaa maa fiihi khaerun lil islami wal muslimin.

Tim Redaksi Web Site Pemudi Persis